tanya atau jawab?

Posted: March 4, 2012 in Uncategorized

Jgn bermain2 dgn tanda tnya. Karna itu memaksa. Kau harus bimbang dalam setiap simpang. Menemukan jwbannya tapi kau sakit, atau terus berputar dgn tnda itu sampai kau merasakan mati!

Seperti hujan yg berubah jadi batu! Setiap tnya itu menyentuhmu, kau akan lebam. Lebam akan setiap pilihan yg dtwarkan. Mrasakan apa yg dirasakan hujan, tak ada pilihan kcuali terus melaju wlau diiringi sumpah serapah naruni dn hrga diri.

Ah, dan jgn sekali2 kau singgung ttg jawaban… Tnda tnya diciptakan selalu jauh dari jawaban. Sgt jauh, hngga mencarinya perlu terseok berkelit dan merangkak. Pdhal, seandainya para angin boleh memberi tahu, mreka akan berbisik. Jawab itu dekat, sgt dekat. Tp tak prnah kau duga dia mengikuti kita mencari. Hngga jadilah kita seperti bangkai yg berjalan mencarinya, sambil ditatap prihatin oleh angin.

Kau punya pilihan, atas stiap tanda tnya yg terlontar dari air matamu. Pilihan untuk menjawab sendiri, atw mencari jawabannya d alammu yg terserak. Kau punya pilihan atas setiap jwban yg kau pilih dri tangismu, melemparnya dgn benci pda karang tanya itu, atau kau serahkan sndiri dgn berani, hingga karang itu meleleh!

Saatnya berani merangkul tanda tnya dan jwabannya. Saatnya kau selami pikiran mereka, saatnya kau yg bertanya maumu apa? Dlm stiap jwban yg kau coret, buatlah tanya itu puas. Dn dlam stiap tnya yg kau dapat, kau harus mngerti ttg rasa sakit. Menelan kkcewaan, ketika jwabannya ternyata adlah, aku harus melepaskanmu :’(

Seperti formasi ribuan kunang2 yg menyala, aq cb kemas tnya2ku mnjadi sesuatu yg bernyawa. Sdahlah, lupakan kekecewaan dn rasa sakit. Aq menganggapnya layaknya menyelam dibongkahan es, dingin, kebas, tak rasakan apa2.

Tersadar akan satu hal, bhwa apapun jwban2nya, semua gelap, hitam, tp itulah yg melatari kunang2 terlihat indah. Aq menerimanya sebagai lukisan baru, apapun jawabanmu, aku tak akan mundur walau sesenti, akan ttp duduk dibwah atap langit yg hitam menatap formasi kunang2 yg telah sama2 kita rangkai :) menatap cahaya2 yg dulu hingga sekarang, begitu menenangkan :)

Sudah lama mw menulis ini. Tapi tertahan, baru sempat, halah *sookk sibuuukkk*

Bru bru ini habis jenguk kakakku yg habis melahirkan… Subhanallah, melihat bayi mungil nan lucu itu… Luar biasa sekali, :D ibunya penuh senyuman dlm mndkap keponakanku. Penuh senyuman, krn kulihat wjahnya lelah dn psti lah msh sakit… Tp siapa yg tak akan trsnyum saat dapat mendekap seseorang yg suatu saat akan memanggil kita dgn sbutan ibu…

Aku iseng bertnya, “kak, gimana rsanya melahirkan? Sakit gak?” Beneran, pertnyaan ini,spontan saja keluar, justru sahabatku yg mnyahut “pertanyaan yg ga perlu djwb,” aku nyengir.

Kk-ku hnya trsnyum dn brkta “tidak ada sekat antara hidup dan mati, 100 % hidup dn 100 % mati” bgitulah kira2… Pasti sgt sakit, hngga menyebut mati saja sdh tdk ada kngerian lgi :(

Sepulang dr sna, teman2 galau. Biasalah, seusia ini, dgn kakak2 dn teman2 lain sdh meniti rmh tngga trlbh dulu, siapa yg tak ingin? Secepatnya, membayangkan yg indah2…

“Pengeennnn,” rengek slh stu teman menarik bjuku,
“Pengen punya bayi?? Atw pengen punya bapaknya bayi?” Dn bahuku ditonjok mesra -_-”

Bahasan kami sepanjang jalan adalah itu… Ttg kegalauan, hehe… Ingin menikah, ingin dpt suami yag sperti ini ini dan ini, ingin punya anak sekian, kluarga kecil namun bahagia, sederhana namun selalu berkecukupan, dn yg paling penting, keluarga yg slalu penuh cahaya kebahagiaan dn diberkahi Allah….

Dulu dlm kegalauannya, seorang kk berkata: “jka jodohmu itu blm dtg atau ketemu, berarti kamu blm siap untuk menikah” lantas aku bertnya, “apanya yg belum siap kak?” Jwbnya, “segalanya. Menikah bkn skdar prosesi ijab qabul, dn memadu kasih. Persiapan sblm menikah jg bkn skdar materi dn janji2… Lebih dr itu, persiapkan lah ILMU,”

Dulu aku masih terlalu hijau mengerti percakapan ini, tpi skrang aku sudah orange hampir matang (weetssaahhhh bahasanya, tomaaat kali, :p ) .. Ilmu apa yg dimaksud untuk dipersiapkan. Ilmu apa yg begitu penting dr sekedar ijab qabul dan memadu kasih, dn apalagi materi… Seiring jalan, waktu yg memberi tahu…

Aq sangat takjub hidup diantara ribuan para cahaya2 ini… Luar biasa, mereka benar2 mmberi inspirasi yg menakjubkan. Ttg sgala hal, kbahagiaan, kehangatan, dekapan, segalanya.

Mereka lah para ayah dn ibu yg tak pernah membentak anak mereka. Krna yg mrka ajarkan kpdaku adlah, seorang anak itu tak akan bsa membalas apa yg d prlakukan org tua mereka, krn mreka tak akan mampu. Tp mereka merekam, mereka mengingat.

Pernah suatu ketika aku datang ke rumah seorang kakak, sesampai d sana aq takjub melihat anak-anaknya yg sangat kreatif.. Saking kreatifnya sebidang kertas tidak cukup untuk membuat ukiran.. Jadilah dia membuat mahakaryanya di dinding rumah. Dengan spidol. Dalam hati bertanya, kalo ibunya liat, gimana nih, ckckck
Si anak berkata, “bagus gak amma??” (Amma=tante) haha, aq cuma nyengir dan mengelus rambutnya…

Tiba-tiba ibunya keluar.. Aq persiapkan mata ingin tahu, bagaimana cara si mbak memarahi anaknya yang polos ini. Setiba dipintu dan usai menyambutku, dia tersenyum melihat si bocah. Dan berkata:
” Ih, subhanallah, gambarnya bagus banget, sayang…” Si gedis kecil malu malu, aq tercengang.
“Hm, kan kita sdh buat perjanjian kemarin, kalo adek mw gambar di buku gambar aja.. Lupa yaa??” Tanya ibunya.
Si bocah mengangguk dn berlari ke arah buku gambarnya.

“Kok ga dimarahin kak?? Kotor lah temboknya,” tanyaku.
“Kalo tembok kotor, masih bisa dicat lagi. Kalo hati anak sakit, bagaimana kita bsa mengembalikannya lagi?” Jawabnya santai…

Ah, aq ingat, waktu beliau masih gadis, dan aku bebas masuk ke kamarnya kapan saja sepulang sekolah, bertumpuk buku-buku tentang pernikahan, menjadi ibu, menjadi istri, menjemput jodoh, cara berhias dll. Dan aku yg selalu iseng menggoda,
“Cieeee, bukunya kak. Mau nikah ya kak, eheemmm,”
Dan jawabannya,
“Ya mau donk, siapa coba yang ga mau nikah.. Hahaha.. Ya kalau mw nikah, baca lah ilmu-ilmunya sekarang. Sebelum menikah. Karena jika baru mw belajar stelah menikah, tidak akan sempat.. Memimpikan rumah tangga yang ideal, butuh persiapan, terlebih ilmu” katanya tersenyum.

Hemmmm, kalo mau galau, sambil siap2 lah, hihi… :D

Petugas,

Posted: October 23, 2011 in Uncategorized

Hanya sedikit orang,yang mampu ikhlas menerima tudingan malpraktik, meskipun tidak ada yang pernah tahu seberapa berat dia bekerja tanpa tidur,sebelum akhirnya dia melakukan kesalahan yang mungkin sebenarnya manusiawi untuk seorang manusia biasa yang bisa lelah,tapi tidak boleh dilakukan seorang tenaga kesehatan yang haruslah seperti malaikat yang tanpa cela.

Hanya sedikit manusia, yang mampu menahan lelahnya dan dibangunkan tengah malam,karena setiap orang sakit,meskipun itu hanya gatal-gatal,adalah pasien darurat yang harus ditangani saat itu juga.

Hanya sedikit manusia,yang mampu bersabar saat menerima pasien,yang mungkin sudah membayar berpuluh-puluh atau bahkan ratusan juta ke pabrik rokok untuk membeli penyakit,tapi tidak mau mengeluarkan sepeser pun untuk membayar pengobatan,malah menuduh tenaga kesehatan itu adalah makhluk penghisap darah yang mencari keuntungan dari penderitaan orang lain,tanpa sadar pihak mana yang sebenarnya mengambil keuntungan dan membuat dia sakit seperti itu.

Hanya sedikit orang, yang mampu bekerja di klinik swasta, dengan honor ribuan bahkan ratusan rupiah per pasiennya, tapi dapat dituntut ratusan juta apabila terjadi alergi obat(yang kalau dilihat komponen katanya adalah “alergi” yang berasal dari kekebalan tubuh pasien dan “obat” yang diproduksi oleh pabrik obat,tenaga kesehatan sendiri bisa dibilang hampir tidak punya peran dalam alergi obat tersebut).

Hanya sedikit orang,yang bisa menerima keadilan media,dalam memberitakan kasus dugaan malpraktek secara besar-besaran,sementara saat teman sejawatnya meninggal tenggelam saat bertugas ke pedalaman,hanya ditulis di kolom kecil yang pasti tidak menarik perhatian.

Sebarkan pernyataan tsb dan mari kita sukseskan gerakan “hargai petugas medis”

Karena,, Saya seorang petugas medis:)

–broadcast dri seorang teman–

Lukis saja kanvasmu!!!

Posted: October 13, 2011 in Uncategorized

Kanvas itu seluas khdupan! Warna yg trcetak kni,blm sbrapa.Jgn sex2 anggp sdh pnuh dn jgn ckp puas. Msh banyak wrna yg blm xan kenali :D

Sperti khidupan, smua ada tingkatan. Penuh level. Penuh kejutan. Semakin kau rasa kanvasmu bgitu penuh dn sdh sempit, maka kau akn bngung sendiri mnmpatkan sebuah wrna cantik yg akan kau temui suatu saat nanti!

Bagaimana kau akan melukis banyak warna, jika kuasmu terhenti dlm satu warna? Hidup itu terus bergulir, dn kau tak seharusnya menghabiskan waktumu berkubang pda satu warna itu. Sekali pun itu wrna favoritmu. Kehidupanmu tdk akan menjadi suatu lukisan, hanya akan penuh satu wrna yg gelap. Rugi,

Wrna cantik yg didamba2kan setiap org, memilih dtg ke kanvasmu! Tp kau tak bs mlukis keindahannya, krn terkurung ketakutanmu sndiri bahwa kanvasmu sdh penuh dan sesak. Menyesal,

Sebaliknya, jka kau menganggap kanvasmu seluas samudra, wrna seperti apapun akan terukir dgn indah, kau bebas mw melukisnya sprti apa. Tnpa beban,

Satu warna utk ibumu, satu wrna utk ayahmu, satu wrna milik saudaramu, satu warna dari sahabatmu. Itu mutlak ada, biarkn mnjadi wrna dasar. Krna itu wrna terindah, jgn kau hapus bgitu saja! Tiap org berbeda!

Warna yg lain, akan kau temui spanjang perjalanan khidupanmu. Sepahit apapun telan saja! Sejauh apapun kejar saja! Seperti apapun nikmati saja! Yakinlah, Tuhan tdk akan membiarkanmu tersedak dgn warna2 itu :)

Ada bnyak org yg begitu bangga dgn lukisan mereka yg kotor dan hitam, knpa kau hrus malu dgn hidupmu yg penuh warna2 indah?
Jgn iri dgn org dsampingmu, lukisan mereka mngkin terlihat indah, tp siapa yg tw mereka mmbeli smua itu? Bkn khidupan mereka, serba plastik dn palsu. Tdk pernah bahagia,

Dan ingatlah satu hal, samudra itu, hanya sbagian kecil dari luasnya kehidupan. Dan warna2 yg diciptakan Tuhan, tak akan cukup waktu utk kau menghitung banyaknya.. Nikmati saja kehidupanmu, enjoy it,selamat melukis :)

Micky

Posted: October 9, 2011 in Uncategorized

Seminggu yang lalu, kluarga kami kdtgan anggota baru.. Lucu, menggemaskan, lincah, menghibur.. Namanya micky :) kucing himalayan berwarna coklat muda, dn msh sgt kecil… 3,5 blan. :)

aargghh, si micky lucu deh pokoknya, mnjadi teman baik.. Wktu qt lg sibuk, dy ga ganggu. Wktu kita lg bth tmn, dia mndkat, meloncat2, mnta d peluk, mnta dmanjaaa, seru deh pkoknya :)

Banyak plajaran dri mengadopsi micky. Blajar disiplin, blajar menyayangi, blajar perhatian, blajar mnjadi tmn yg baik, blajar sabar, bnyak deh :D i am happy…

Wellcome home micky :* jgn bandel yaa ;)

Segenggam Tanah Liat

Posted: October 6, 2011 in ekspresi

Cangkir Indah

Ada sebuah kisah tentang segenggam tanah liat. suatu saat ada seseorang yg dtg padanya, membawanya ke suatu tempat yg tidak dikenalnya. dia percaya pada orang itu, krna setiap hari orang itu slalu menemaninya di sebuah kebun.

org itu membawanya ke negeri asing yg ia tidak kenali. di sana, dgn terkejut dia menangis, krna temannya itu menyerahkan dia dgn orang lain, yg tak pernah dia temui sebelumnya…

dia jahat, pikir tanah liat itu, krna setiap saat org itu hanya memukul tanah liat itu hingga ia kesakitan, ditonjok, di hantam, smpai ia benar2 menangis kecewa…

tidak hanya itu kawan, dia juga membakar tanah liat itu. bayangkan, di atas api yg membara, nyaris terpanggang. tanah liat itu hanya bisa menangis, dia sangat kecewa  tidak mengerti perasaan apa2 hanya kecewa. kecewa mengapa orang yg ia percaya tega menyeretnya dalam masalah, tega membuat ia sakit, tega meninggalkan dia. dia hanya menangis krna tiap hari tanpa henti tubuhnya disiksa.

keesokan harinya, masalah lagi yg menimpa. orang itu menyiksanya dgn alat tajam kini, yg jelas ia tau itu menyakitkan. krna setiap senti dari tubuhnya ditusuk, diiris tanpa perasaan, dihujam dgn pisau kekejaman. sekali lagi, ia hanya bisa menangis, tak cukupkah ya Tuhan atas semua masalah dan masalah ini? bertemu dgn org jahat, panas api yg membara, alat tajam yg kejam, yg tak sedikitpun memahami perasaanku.

keesokan harinya, dgn wajah yg babak belur, tanah liat itu pasrah saja menerima masalah baru. benar saja, kali ini dingin yg iya terima, lalu panas lagi, begitu seterusnya. masalah lagi, tanpa teman yg memahami :’(

maka keesokan harinya, ia takjub, bersyukur, bersorak. temannya datang, sahabatnya, ia lupakan segenap masalah yg telah dirasakannya, hanya berfikir setidaknya aku melalui ini semua dengan sahabat, seperti dahulu, ketika aku menemaninya berladang dikebunnya.

“ini dia,” kata orang jahat menyerahkan tanah liat itu.

“luar biasa, dia sangat cantik, wajahnya berubah indah, tak lagi tanpa bentuk seperti dahulu. aduhai, liat ukiran2 bagus ini, kau pasti kerja keras membuatnya? dia akan menemaniku ke manapun,terima kasih banyak” kata sahabatnya.

“tidak masalah. tanah liat ini sangat kuat, dia tahan dengan pukulan2ku hingga dia gampang dibentuk, dia tahan dgn panas hingga bentuknya semakin kokoh, dia tahan dgn tusukan2 tajam, hingga coraknya menjadi sangat indah, dn dia than dalam kondisi beku dan panas, hingga dari segenggam tanah liat yg tak ada apa2, menjadi cangkir yang luar biasa cantik. kau tau kawan? ada saudagar kaya yg menawar cangkir cantik ini dengan harga mahal, kau berniat menjualnya?” tanya lelaki itu.

“tidak, seberapapun tak akan aku jual. beberapa hari ini, aku slalu terbayang nasibnya, apa kah dia akan hancur, apakah dia akan gosong, atau dia akan remuk. aku hanya bisa berdoa, smga dia tahan dengan setiap ujian yg ia tempuh. krna aku sgt yakin, jika dia benar2 kuat dalam menghadapi semua ini, dn menjadi cangkir yg cantik. tidak akan aku jual, krn dia sahabatku,” katanya.

tanah liat itu hanya bisa menangis mendengarnya, sembari menatap wajahnya yg berubah cantik ketika memandang cermin. perasaannya? senang, haru, bahagia, sedikit kesal, takjub, luar biasa. tetesan airmata yg ia jatuhkan tiap malam, begini indah kah jawabannya? org yg dia anggap pengkhianat, ternyata setiap saat memikirkannya, memikirkan kebaikannya, memikirkan keadaannya.

dan masalah itu? ah, ternyata dia bisa melewatinya. dan kini dia hanya menertawakannya saja, krna dia sedang bahagia.

melihat sahabatnya tersenyum bahagia, dn membawanya serta ketika ia kembali berkebun, menemaninya dgn wujud yg lebih indah dan membanggakan, kembali menjadi teman ceritanya disaat istirahat, dan tak kan terpisahkan.

Percayalah sahabat-sahabatku, masalah itu bukan masalah, jika kau tak mengaggapnya sebagai suatu masalah. masalah itu adalah cara Tuhan agar membentuk kita menjadi sangat cantik. perlahan, ia membentuk kita menjadi kuat. terkadang yg kita rasakan hanya rasa sakit, tapi diluar itu, kita mengenal rasanya kasih sayang.

siapaun yg membentuk masalahmu, abaikan. dia bukan orang jahat, dia teman. hanya caranya menyayangimu saja yg berbeda dgn sahabatmu. dia memang menyakitimu, tp tlong jgn benci dia. jika tak bertemu  dgnnya kau hanyalah seonggok tanah liat yang tak berbentuk. tak berupa, bahkan tak bernyawa. lemah.

dan sahabat-sahabatmu itu, jgan kau tinggalkan dia. karena pikirannya itu kawan, selalu cemas memikirkan keadaanmu. lisannya selalu berdoa untuk kebaikanmu. dan hatinya mengalirkan terus rasa sayang kepadamu.

sesekali ia akan membiarkanmu melawan masalah2 itu sendirian, krana ia ingin kau kuat, berupa dan cantik. seandainya kau tau perasaanya, gemuruh cemas melihatmu terluka dan terluka. tapi dia selalu ada, siap menerimamu apa adanya. bahkan ketika kau gagal melewati masalah itu, bahkan ketika kau sudah benar2 tak berupa, dia akan tetap terbuka menerimamu. membelaimu, dan berkata, walau mereka menertawakanmu, bagiku kau tetap begitu cantik :)

maaf, atas masalah-masalah yang aku buat untuk kalian. tolong jangan pandang aku sebagai org jahat. aku hanya ingin menjadi teman, walau corak yg aku berikan begitu sakit dan tajam, percayalah, itu benar2 indah.anggap saja, aq seberkas warna lain d kanvas kalian. klau kalian tdk suka,mohon liat dari berbagai sisi, siapa tau akan membuat lukisan kalian lbh indah. yah, seandainya pun tidak, setidaknya kau bisa abaikan, anggap saja warna  itu tidak ada. :)

sederhana, aq cuma ingin menjadi teman kalian. sesederhana bintang ingin terus menemani bulan dan sahabatnya malam. apa sih bintang, hanya sekerlip cahaya kecil. setitik, tp niatnya hanya ingin mmberi keindahan.

aq harap kalian akan terus menganggapku sebagai teman, walau jauh di lubuk hatiku, aq akan terus menanggap kalian sebagai sahabat, bahkan dari itu, aku menganggap kalian seperti, keluarga :)

Thanks,

Posted: October 6, 2011 in Uncategorized

Di sebuah dunia baru, aku berjalan tanpa teman. berjalan dalam diam. tidak mengerti.terus berjalan, hingga bertemu dengan seseorang dan memberikan sebuah kayu padaku, lalu dia pergi. di pertengahan jalan, bertemu lagi dengan seseorang yg memberi pasir padaku, lalu dia pergi. sesekali ada yg menemaniku berjalan cukup jauh dan memberikanku ribuan bebatuan, ia tidak pergi tapi berjalan berjauhan. lalu ada pula yg bertemu dgnku memberikan dedaunan dedaunan miliknya padaku.

 

tahukah? rasanya berat berjalan membawa barang, rasanya ranselku tidak muat, tanganku penuh, mulutku terisi, sedang aku harus terus dan terus berjalan, ke ujung sana, yg tak berpangkal.

 

hingga suatu ketika, dlm lelah berjalan dengan beban, aku melihat peradaban itu. luar biasa, sangat banyak orang dan mereka tersenyum menyambutku. dan beban-beban ini, aku mengerti, aku harus merangkainya menjadi rumah yg nyaman, dn mereka membantu. hingga tegak, hingga aku bisa beristirahat nyaman, hingga aku bisa melindungi diri dari panas dan hujan, tanpa harus lari lari lagi tergopoh mencari pohon untuk berteduh.

terima kasih orang2 terdahulu yg aku lupa namamu, yg aku tak ingat wajahmu, yg aku dulu begitu membencimu. beban-beban yg kau berikan ini, menjadi sesuatu yg berarti bagiku, :) terimakasih pula pohon2 kesejukan, telah membiarkanku bersandar melepas lelah sejenak, buahmu nikmat, dn kau benar2 sempurna :)

dn brang2 yg sempat ku berikan kpada kalian semua, smga berguna :)